Pages

Wednesday, November 14, 2012

Tahun Baru Islam yang Dilupakan


Halo sobat saya sangat sedih karena  sebagian besar umat Islam saat ini ini lebih mengetahui tahun baru Masehi (1 Januari)  , ketimbang tanggal 1 Muharram (bulan Hijriah) yang merupakan tahun baru umat Islam. Bahkan kalau ditanya urutan bulan masehi dengan bulan hijriah, lebih hapal bulan masehi. 


Lebih dari itu, yang lebih menyesakan dada, pemahaman serta pola pikir mengenai tahun baru Islam ini, telah meracuni generasi umat Islam dewasa ini. Sehingga tidak terlalu berlebihan, ketika perayaan tahun baru Islam yang jatuh pada Kamis 15 November 2012 mendatang, sebagian besar umat Islam hanya berdiam diri dan tidak
melakukan sesuatu yang istimewa dalam perstiwa akbar tersebut.

Kondisi ini berbanding seratus delapan puluh derajat, bila dibandingkan ketika kedatangan tahun baru masehi. Ribuan bahkan jutaan umat manusia di seantoro dunia ini dibuat sibuk minta ampun, untuk memeriahkan pesta pora yang tidak jelas itu. Bahkan berbagai acara dan kegiatan pun turut memeriahkan kedatangan awal tahun itu
yang sifatnya materialistis dan hedonis. Konvoi kendaraan bermotor pada malam tahun baru Januari selalu membuat jalan raya padat merayap. Pesta kembang api dan berbagai konser musik, bahkan pesta esek-seks, mabuk-mabukan, dan berbagai kemaksiatan lainnya pun turut disuguhkan dan dinikmati pada satu malam tersebut . Ironisnya lagi, yang terbuai untuk melakukan hal itu ternyata umat Islam sendiri. Mereka telah dijejali berbagai macam virus yang telah merusak otaknya, untuk menyimpang dari ajaran Islam, untuk mengikuti ajaran ajakan setan yang terkutuk.

Lalu pertanyanya, apa yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Hijriah ini? Padahal bila menengok sejarah masa lampau, tahun hijriah ini telah tercatat dalam sejarah tinta emas. Historisnya, pada waktu itu Nabi Muhammad SAW tengah berhijrah dari kota Mekah ke Madinah untuk membangun kekuatan Islam. Di sinilah bisa
dikatakan titik awal kebangkitan umat Islam dalam menyebarkan agama ke seluruh pelosok penjuru dunia. Karena bila ditelisik lebih mendalam, 1 Muharram merupakan awal untuk perubahan saat proses hijrah berlangsung. Hijrah sendiri menurut etimologi artinya berpindah. Sedangkan menurut terminologi, mengandung dua makna, yakni hijrah makani dan hijrah maknawi. Hijrah makani bisa dikatakan hijrah secara fisik berpindahnya dari suatu tempat yang kurang baik menuju yang lebih baik. (dari negeri kafir menuju negeri Islam). Namun secara nonfisik hijrah mengandung makna, berpindah dari nilai yang buruk menuju nilai yang lebih baik.

Tepatnya dari kebathilan menuju kebenaran atau dari moral bangsa yang buruk menuju bangsa yang bermoral. Bahkan makna berpindah itu sendiri mempunyai makna yang besar. Ini bisa juga diartikan perubahan. Sebab bila prilaku sudah berubah menjadi baik, maka akan datang pertolongan dari Allah SWT, berupa kemuliaan dan kesuksesan dunia dan akherat. Maka bila dikaitkan dalam konteks berbangsa dan bernegara, perubahan amatlah penting. Termasuk seorang calon pemimpin yang berlaga dalam Pemilukada, hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan masyarakatnya. Jadilah pemimpinan yang tegas, teguh, dan teladan. Seperti Nabi Muhammad dalam memimpin pemerintahannya. Posisinya beliau sebagai nabi maupun rasul, patut di contoh pemimpin-pemimpin sekarang. Sosok seorang pemimpin yang arif dan bijaksana dan tidak pernah banyak mengumbar janji.

Kembali lagi kepersoalan, di bagian lain juga kita sebagai kaum muslimin, patut bersyukur karena masih ada umat Islam masih yang tetap merayakan tahun baru Islam ini meski dalam bentuk yang sederhana. Seperti pawai obor, tabligh akbar, dan aktivitas kegiatan keagamaanya lainnya. Semoga prilaku semacam ini masih bisa dilestarikan dan dipertahankan, agar dunia ini masih terbentuk (belum kiamat). Dan sang fajar masih bisa menyinari alam jagat raya, dan cahaya bulan mampu menerangi alam semesta ini Kesimpulannya, mari kita jadikan 1 Muharram ini, sebagai wahana untuk evaluasi diri. Agar kita bisa memaknai makna 1 muharram ini bukan hanya sebatas ceremonial belaka, tetapi bisa menghayati lebih mendalam arti hijrah yang sesungguhnya.

Mari ita sebagai umat beragama sama sama merayakan tahun baru Hijriah ini dengan hal hal positif

Selamat tahun baru hijriah 1434
 

Sunday, November 11, 2012

Makanan yang Sehat Dikonsumsi Mentah

Selamat datang Sob,
Sesuai dengan judul makanan yang sehat di konsumsi mentah, sering kali kita setiap makan pasti makananya itu pasti di masak terlebih dahulu, padahal ada makanan yang baik di konsumsi mentah  Selain itu, cara makan yang biasa disebut raw food diet ini juga lebih sehat dan dapat membantu penurunan berat badan. Tapi perlu diingat, makanan mentah harus diperhatikan kehigienisannya dengan mencucinya hingga bersih. Lalu, makanan apa yang cocok dan tak kalah lezat dimakan mentah? Ini daftarnya, seperti dikutip dari All Women Stalk

Makanan yang Sehat di Konsumsi Mentah yaitu :

1. Buah
Buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral, juga serat yang menyehatkan sistem pencernaan. Nutrisi yang terkandung pada buah akan didapatkan secara maksimal jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tapi ingat untuk selalu mencucinya dengan air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa-sisa pestisida.



2. Sayuran
Wortel, brokoli, kacang polong, ketimun, tomat, selada, begitu banyak sayuran yang kaya nutrisi dan lebih lezat jika dimakan mentah. Selain nutrisi yang tidak hilang karena proses memasak, sayuran mentah juga memiliki serat yang lebih banyak ketimbang sayuran olahan.



3. Kacang
Meskipun rasanya lebih gurih ketika dipanggang atau digoreng, kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah dan mede juga tak kalah lezat dimakan mentah. Di samping itu, kacang mentah juga mengandung protein yang lebih tinggi. Agar lebih enak, tambahkan sedikit garam laut.







4. Biji - Bijian
Buncis, kacang panjang, polong, kacang merah biasanya dijadikan tumisan atau dimasak sebagai sup. Namun jika ingin mendapatkan manfaat optimal dari makanan tersebut (biji-bijian kaya protein dan serat), konsumsilah tanpa dimasak. Bisa dijadikan salad, campuran pecel atau urap.



5. Dedaunan Hijau

Bayam, daun kecipir, selada, daun singkong atau dedaunan hijau lainnya tak hanya enak dijadikan sayur berkuah atau tumisan. Bisa juga dimakan mentah dengan menambahkan bumbu-bumbu rempah.







6. Makanan dengan Bahan Mentah
contoh makanan yaitu Sushi, Saat membeli sushi, pilihlah yang topping atau isinya tidak dimasak. Misalnya nigiri salmon atau nigiri tuna. Ikan-ikanan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel kaya akan asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Manfaatnya akan lebih maksimal jika dikonsumsi mentah.

Thursday, November 8, 2012

Non Muslim Pun Memandang Islam itu Indah

Hallo sobat saya begitu tersentuh karena Non Muslim Pun Memandang Islam itu Indah, ada non muslim berkomentar di youtube setelah mendengarkan lagu nasyid Raihan "Thank You Allah" bahwa muslim itu indah,
Saya mengambil screenshoot Komentar dari Non Musim tersebut ini dia


Bagaimana sobat Percayakan bahwa saya tidak mengarang atau sobat bisa langsung melihatnya di youtube, kita harus bangga non muslim saja menilai islam itu indah apalagi kita muslim harus lebih dari itu . Silahkan untuk mendengarkan lagu nasyid Raihan "Thank You Allah" saya telah menyediakannya di bawah ini :


Saya menyediakan liriknya siapa tau ada yang membutuhkannya, ini dia liriknya


The sky is clear
The air is clean
The land is green
Thank you Allah

    The path we walk
    The lines we talk
    The thing we see
    Thank you Allah
    Thank you Allah

Say Thak You Allah
Thank You Allah

    When I sleep
    When I eat
    When I breath
   Thank You Allah
   Thank You Allah

Say Thak You Allah
Thank You Allah

   In the night or in the day
   Every morning after prayer
   I'll never forget to say thank you

There are times when I'm alone
Feel alright or not so strong
I'll pray to you and say
Thank You Allah
Thank You Allah

   So friends everytime remember
   Allah The Most Merciful
   Say Thank you Allah
   Thank You Allah

TERIMA KASIH SUDAH BERKUJUNG 

Wednesday, November 7, 2012

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang

halo kawan kali ini saya akan share tentang sejarah berdirinya Masjid Agung Palembang dan di bawah ini adalah foto Masjidnya


Pendirian

Masjid Agung pada mulanya disebut Masjid Sultan. Perletakan batu pertama pada tahun 1738, dan peresmiannya pada hari Senen tanggal 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748. Masjid Agung didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang dikenal pula dengan Jayo Wikramo (tahun 1724-1758).

Masjid Agung Palembang bagian dari peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, dan menjadi salah satu masjid tertua di Kota Palembang. Masjid ini berada di utara Istana Kesultanan Palembang, di belakang Benteng Kuto Besak yang berdekatan dengan aliran sungai Musi. Secara administratif, berada di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, tepat di pertemuan Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang.

Masjid Agung Palembang mulai dibangun pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Pembangunan berlangsung selama 10 tahun dan resmi digunakan sebagai tempat peribadatan umat muslim Palembang pada tanggal 28 Jumadil Awal 1161 H atau 26 Mei 1748 M.

Masjid Agung 1753
Awalnya masjid ini bernama Masjid Sultan, dan belum memiliki menara. Bentuk masjid hampir bujursangkar, memiliki ukuran 30 meter x 36 meter. Dengan luas mencapai 1080 meter persegi, konon, Masjid Sultan merupakan masjid terbesar di nusantara yang mampu menampung 1200 jema’ah.

Arsitektur

Masjid Sultan dirancang oleh seorang arsitek dari Eropa. Konsep bangunan masjid memadukan keunikan arsitektur Nusantara, Eropa dan Cina. Gaya khas arsitektur Nusantara adalah pola struktur bangunan utama berundak tiga dengan puncaknya berbentuk limas. Undakan ketiga yang menjadi puncak masjid atau mustaka memiliki jenjang berukiran bunga tropis. Pada bagian ujung mustaka terdapat mustika berpola bunga merekah. Bentuk undakan bangunan masjid dipengaruhi bangunan dasar candi Hindu-Jawa, yang kemudian diserap Masjid Agung Demak.

Masjid Agung Palembang
Atap masjid berbentuk limas, terdiri dari tiga tingkat. Pada bagian atas sisi limas atap terdapat jurai daun simbar menyerupai tanduk kambing yang melengkung. Setiap sisi limas memiliki 13 jurai. Bentuk jurai melengkung dan lancip. Rupa ini merupakan bentuk atap kelenteng Cina. Ciri khas arsitektur Eropa terdapat pada rupa jendela masjid yang besar dan tinggi. Pilar masjid berukuran besar dan memberi kesan kokoh. Material bangunan seperti marmer dan kaca diimpor langsung dari Eropa.

Pembangunan Menara

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (masa pemerintahan 1758–1774) menara masjid dibangun. Lokasi menara masjid terpisah dari bangunan utama, dan berada di bagian barat. Pola menara masjid berbentuk segi enam setinggi 20 meter. Rupa menara masjid menyerupai menara kelenteng. Bentuk atap menara melengkung pada bagian ujungnya, dan beratap genteng. Menara masjid memiliki teras berpagar yang mengelilingi bangunan menara

Pemugaran dan Renovasi Masjid Agung Palembang

Pada tahun 1819 dan 1821 dilakukan pemugaran masjid akibat peperangan besar yang berlangsung selama lima hari berturut-turut. Perbaikan masjid dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Atap genteng menara masjid diganti atap sirap. Tinggi menara ditambahkan dengan adanya beranda melingkar.
Usia satu abad Masjid Sultan, yakni pada tahun 1848, dilakukan perluasan bangunan oleh pemerintah Hindia Belanda. Gaya tradisional Gerbang Utama masjid diubah menjadi Doric style. Pada tahun 1879, serambi Gerbang Utama masjid diperluas dengan tambahan tiang beton bulat. Rupa serambi Gerbang Utama menyerupai pendopo, namun bergaya kolonial.

Perluasan pertama Masjid Sultan dilaksanakan pada tahun 1897 oleh Pangeran Nata Agama Karta Manggala Mustofa Ibnu Raden Kamaluddin. Lahan yang dijadikan areal kawasan masjid merupakan wakaf dari Sayyid Umar bin Muhammad Assegaf Althoha dan Sayyid Achmad bin Syech Shahab. Kemudian nama Masjid Sultan diubah menjadi Masjid Agung.

Perbaikan dan perluasan masjid dilakukan kembali pada tahun 1893. Pada tahun 1916 bangunan menara masjid disempurnakan. Kemudian pada tahun 1930, dilakukan perubahan struktur pilar masjid. Yakni menambah jarak pilar dengan atap menjadi 4 meter.

Pada kurun tahun 1966-1969 dibangun lantai kedua. Luas mesjid menjadi 5.520 meter persegi dengan daya tampung 7.750 jema’ah. Pada tanggal 22 Januari 1970 dimulai pembangunan menara baru yang disponsori oleh Pertamina. Menara baru ini setinggi 45 meter, mendampingi menara asli bergaya Cina. Renovasi Masjid Agung diresmikan pada tanggal 1 Februari 1971.

Sejak tahun 2000, Masjid Agung dilakukan renovasi kembali, dan selesai pada tanggal 16 Juni 2003 bertepatan dengan peresmiaannya oleh Presiden RI Hj. Megawati Soekarno Putri. Masjid Agung Palembang yang megah dan berdiri kokoh kini mampu menampung 9000 jama’ah.

Tempat Pusat Kajian Islam di Palembang

Arsitektur Masjid Agung dan masjid tua lainnya di Palembang secara simbolik memiliki nilai filosofis yang tinggi. Undakan pelataran masjid dan tingkatan atap yang berjumlah tiga memberi makna perjalanan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hamka (1961) menafsirkan atap tumpang sebagai berikut: Tingkat pertama melambangkan Syariah serta amal perbuatan manusia. Tingkat kedua melambangkan Thariqat yaitu jalan untuk mencapai ridlo Allah SWT. Atap tingkat ke tiga melambangkan Hakikat, yaitu ruh atau hakekat amal perbuatan seseorang. Sedangkan Puncak (Mustoko) melambangkan Ma’rifat, yaitu tingkat mengenal Tuhan Yang Maha Tinggi.

Dalam sejarahnya, masjid yang berada di pusat Kesultanan Palembang Darussalam menjadi pusat kajian Islam yang telah melahirkan sejumlah ulama besar. Syekh Abdus Shamad al-Palembani, Kemas Fachruddin, dan Syihabuddin bin Abdullah, adalah beberapa ulama yang pernah menjadi Imam Besar Masjid Agung. Peran para ulama ini sangat besar dalam mengembangkan agama Islam di wilayah Kesultanan Palembang. Konsep pengajaran Islam diturunkan kedalam lingkup amal (praktik) dan ilmu (wacana), sehingga mudah diterima dan diamalkan oleh masyarakat muslim Palembang.

Saksi Sejarah
Masjid Agung Palembang menyimpan kenangan tak terlupakan sepanjang masa. Ia menjadi saksi perjuangan rakyat Palembang pada pertempuran lima hari melawan Belanda di pusat kota. Pertempuran bermula pada tanggal 1 Januari 1947. Pejuang Republik awalnya menyerang RS Charitas. Keesokan harinya Belanda membalas serangan dengan kekuatan penuh menuju pusat komando pejuang Republik yang berada di Masjid Agung Palembang. Batalyon Geni merapatkan barisan bersama berbagai tokoh masyarakat demi mempertahankan masjid dari kehancuran. Pejuang Republik berhasil bertahan, tentara Belanda mundur akibat kekurangan pasokan. Pada saat yang bersamaan bantuan pasukan Belanda yang datang dari Talangbetutu berhasil dihadang oleh pasukan Republik dibawah Letnan Satu Wahid Luddien.



Belanda melancarkan kembali serangan pada hari ketiga. Kekuatan mereka lebih besar, mendapat dukungan serangan udara dari pesawat – pesawat Mustang untuk meluluhlantakkan kota Palembang. Namun upaya mereka gagal, kememangan kembali diraih setelah pasukan Ki.III/34 berhasil menenggelamkan satu kapal Belanda yang penuh dengan mesiu, meskipun harus menelan korban banyak akibat bombardir serangan udara pesawat Mustang Belanda.

Pada hari keempat, bantuan pasukan Republik yang akan bergabung di Masjid Agung Palembang dihadang pasukan Belanda di wilayah sekitar Simpang Empat BPM, Sekanak dan Kantor Karesidenan.

Pertempuran berlanjut hingga hari kelima. Kekuatan Belanda langsung menuju jantung pertahanan pasukan Republik, Masjid Agung Palembang. Pertempuran sengit terjadi, pasukan Mobrig pimpinan Inspektur Wagiman dengan bantuan Batalyon Geni mampu mempertahankan garis pertahanan sehingga pasukan Belanda gagal merangsek. Setelah melewati lima hari pertempuran yang melelahkan, pihak Belanda menyatakan mundur. Disepakati perjanjian Cease Fire oleh kedua belak pihak. Perjanjian ini menandakan berakhirnya pendudukan Belanda dari wilayah kota Palembang.

Masjid y ini menjadi perlambang sebuah semangat perjuangan rakyat dalam mempertahanan hak hidup, hak menentukan nasib sendiri dan hak merdeka sebagai manusia seutuhnya. Seiring gema adzan yang mengalun di antara menara-menara besarnya, masjid ini tetap kokoh menjaga umat muslim dari sebuah ketertindasan.

Monday, November 5, 2012

Mesjid Paling Besar di Indonesia

Tau ga kawan di Indonesia banyak sekali mesjid mesjid besar dan mewah tidak kalah dengan mesjid yang ada di luar negeri sana, tapi ingat fungsi utama  mesjid itu adalah tempat menunaikan ibadah sholat kita.
Dan inilah mesjid yang besar dan mewah yang ada di indonesia :

1. Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Indonesia, bahkan menurut beberapa informasi adalah salah satu Masjid Terbesar di Asia Tenggara.

Masjid Istiqlal berada di timur laut lapangan Monumen Nasional (Monas). Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai. Masjid ini mempunyai kubah yang diameternya 45 meter. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari 200.000 (dua ratus ribu) jamaah.

Luas tanah 12 ha, dan Luas bangunan 7 ha.










2. Islamic Center Samarinda
Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.

Dan menurut beberapa sumber, masjid ini menjadi salah satu masjid termegah,dan indah yang ada di Indonesia dan Asia tenggara.







3. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 Hijriah bersamaan dengan tahun 1612 Miladiyah. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman di Zaman kerajaan Aceh ialah Sultan Alidin Mahmudsyah pada tahun 1292 Miladiyah

luas ruangan dalam Masjid menjadi 4.760 M2 berlantai marmer buatan Italia, jenis secara dengan ukuran 60 x 120 cm dan dapat menampug 9.000 jama’ah. Dengan perluasan tersebut, Masjid RAya Baiturrahman sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk. Dari masa kemasa Masjid Raya Baiturrahman telah berkembang pesat baik ditinjau dari segi arsitektur, peribadatan maupun kegiatan kemasyarakatan sesuai dengan perkembangan, luas area Masjid Raya Baiturrahman ± 4 Ha, didalamnya terdapat sebuah kolam, menara induk dan bagian halaman lainya ditumbuhi rumput yang ditata dengan rapid dan indah diselingi tanaman/pohon hias.







Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh, Masjid ini cukup terkenal di Indonesia bahkan di Dunia, karena memiliki keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya.




4. Masjid Modern Al Markaz Al Islami, Makasar

Masjid Al Markaz Al Islami Makasar adalah sebuah masjid yang berada di Jalan Mesjid Raya, kecamatan Bontala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Masjid ini memiliki ciri khas dari bangunan nya yang megah dan berarsitektur indah. Arsitektur Al Markaz Al Islami banyak dipengaruhi oleh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah.

Menempati luas areal 72.229 m2 atau 7,229 ha, didirikanlah Masjid Al-Markaz Al-Islami. Pemancangan tiang pertamanya dilakukan dalam suatu upacara khidmat pada tanggal 8 Mei 1994.











5. Masjid Dian Al-Mahri, Depok
Masjid Dian Al-Mahri Depok atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas adalah masjid yang berada di Kecamatan Limo, Depok

Masjid Dian Al-Mahri sendiri dibangun oleh keluarga Dian Djurian Maimum Al-Rasyid. Ia pengusaha asal Banten yang lama bermukim di Arab Saudi. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1999 dan dibuka untuk umum pada tahun 2006. Luasnya 50 hektar, dengan bangunan utama masjid berukuran 60×120 meter atau 8000 meter persegi.Demikian besarnya, Masjid Dian Al-Mahri sanggup menampung 20.000 orang sekaligus.

Adalah kubah masjid yang menjadikan Masjid Dian Al-Mahri magnit bagi banyak umat Muslim di Indonesia. Kubahnya terbuat dari emas murni 24 karat. Di seluruh dunia ini, tak banyak masjid yang seperti ini. Hanya ada 8 buah, dan Masjid Dian Al-Mahri terbilang yang paling baru di antara 8 Masjid Kubah Emas.

Totalnya, Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah yang melambangkan jumlah rukun Islam. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2-3 mm dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Selain itu, interior dalamnya pun ekstra mewah. Ada lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Porselen dan beberapa ornamennya khusus diimpor dari Italia. Langit-langit kubah juga dilapisi lukisan yang bisa menyesuaikan dengan kondisi fisik pada waktu sholat. Biru langit jika siang dan gelap berbintang jika malam hari.




Source gambar google